Konten & Iklan
AI untuk Copywriting Jualan yang Convert (Cara Operator)
Copywriting yang convert itu bukan kata-kata yang indah. Ini kata-kata yang bikin orang ngerasa "ini buat gue" lalu ngambil tindakan. Masalahnya, AI default-nya nulis kebalikan: rapi, sopan, dan generik — terdengar kayak brosur bank, bukan kayak orang yang ngerti masalah pembeli.
Saya pakai AI buat nulis copy jualan di 2 brand (Kuy Studio dan Servisin Kuy) lewat 14 outlet. Tapi yang bikin copy-nya jualan bukan tombol "generate"-nya — tapi cara saya kasih bahan dan cara saya edit hasilnya. Ini sistemnya.
Kenapa copy AI mentahan jarang laku
Tiga kelemahan bawaan yang harus kamu sadari dulu:
- Terlalu umum. AI nggak tau pembelimu, jadi dia nulis buat "semua orang" — dan copy buat semua orang itu nggak ngena ke siapa-siapa.
- Fokus ke fitur, bukan masalah. AI cenderung ngelist "apa produknya", padahal yang bikin orang beli itu "masalah apa yang ilang".
- Nada robot. Frasa kayak "di era modern ini" atau "solusi terbaik untuk Anda" langsung bikin pembaca skip.
Jadi tugas kamu bukan minta AI "bikin copy", tapi nyetir dia keluar dari tiga jebakan itu.
Kasih AI bahan, bukan cuma perintah
Copy bagus butuh bahan baku. Sebelum nyuruh AI nulis, kasih dia tiga hal ini:
- Pembeli spesifik — siapa dia, lagi kesel sama apa, takut apa. Bukan "ibu rumah tangga", tapi "ibu yang mau foto keluarga tapi takut anaknya rewel pas sesi".
- Masalah yang produkmu selesaikan — dalam bahasa pembeli, bukan bahasa marketing.
- Bukti — testimoni, angka, garansi. Apa pun yang bikin klaimmu nggak kosong.
Makin spesifik bahannya, makin tajam copy-nya. Ini juga yang saya bahas di contoh prompt AI untuk marketing: prompt kosong ngasih hasil kosong.
Tiga framework yang saya minta ke AI
Daripada bilang "bikin caption jualan", saya selalu sebut frameworknya. AI jauh lebih patuh kalau dikasih struktur:
PAS — Problem, Agitate, Solution
Untuk produk yang ngeselin kalau nggak diselesaikan. Contoh prompt:
"Tulis caption IG pakai framework PAS. Problem: HP rusak tapi takut servis abal-abal. Agitate: data ilang, dikerjain orang nggak jelas, garansi nggak ada. Solution: [produkmu]. Nada santai, bahasa sehari-hari, maksimal 4 kalimat sebelum CTA."
AIDA — Attention, Interest, Desire, Action
Untuk konten panjang atau halaman penawaran. AI ngisi tiap tahap, kamu tinggal pangkas yang bertele-tele.
Fitur → Manfaat → Arti
Ini jurus paling sering kelewat. Minta AI ubah tiap fitur jadi: apa fungsinya, lalu apa artinya buat hidup pembeli.
"Studio ber-AC" → "anak nggak gerah, foto nggak buru-buru" → "kamu dapat hasil tenang tanpa drama".
De-AI-in hasilnya: ini yang nentuin convert atau nggak
Output pertama AI itu draft, bukan jadi. Saya selalu lewatin 4 saringan:
- Buang kata robot. Hapus "di era digital", "solusi terbaik", "tingkatkan bisnis Anda". Ganti pakai cara kamu ngomong ke pelanggan beneran.
- Potong setengah. Copy AI biasanya kepanjangan. Kalimat yang nggak nambah alasan beli, buang.
- Satu pembaca, satu CTA. Tulis seakan ke satu orang ("kamu"), dan minta satu tindakan jelas — bukan "hubungi kami untuk info lebih lanjut".
- Cek janji vs bukti. Tiap klaim besar harus ada penyangganya. Kalau nggak ada, lemahin klaimnya atau tambah bukti.
Saringan inilah bedanya copy yang dibaca dan copy yang di-skip. Untuk format pendek per platform, saya turunin lebih detail di cara bikin caption pakai AI.
Bikin 5 versi, biar data yang milih
Keunggulan AI bukan nulis 1 copy bagus — tapi nulis 10 variasi dalam semenit. Yang saya lakukan: minta 5 versi dengan hook beda (pertanyaan, angka, cerita, kontroversi, garansi), pasang, lalu lihat mana yang dikomen dan di-save paling banyak.
Copywriting jualan itu bukan tebak-tebakan rasa. Pembeli yang nentuin pemenang, bukan selera kamu. AI cuma bikin biaya nyoba-nyoba itu mendekati nol. Sisanya — closing dan follow-up setelah orang tertarik — saya bahas di cara jualan pakai AI.
Mulai dari satu copy yang lagi mati
Jangan rombak semua materi sekaligus. Ambil satu copy yang lagi sepi respon — caption produk, balasan DM, atau iklan — terus jalanin lewat sistem di atas: kasih bahan, pilih framework, de-AI-in, bikin variasi. Ukur. Baru lanjut ke yang lain. Sistem dulu, baru scale.
Kalau mau lihat cara saya nyetir AI buat copy, konten, sampai operasional 14 outlet dibongkar langkah demi langkah, itu yang saya ajarin di AI CEO Blueprint.